Tahun pelajaran baru sekolah
sudah berjalan hampir 2 bulan. Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru memang
tidak mudah. Pasti ada hambatannya. Mulai dari mengenal guru-guru yang mengajar
kita, teman kita baik itu satu kelas maupun beda kelas, sampai letak
ruangan-ruangan tertentu seperti perpustakaan, UKS, Laboratorium, Kantin,
sampai kamar mandipun kita harus tahu. Tak kenal maka tak sayang.
Dimanapun kita berada, kita
membutuhkan kenyamanan. Tidak ada orang yang bisa begitu saja merasakan
kenyaman di lingkungan yang baru. Pasti membutuhkan proses. Apabila proses itu
berhasil kita lalui dengan baik maka kita akan merasa nyaman, tapi sebaliknya
jika tidak, kita tidak akan nyaman. Maka dari itu ada sedikit tips buat kalian
agar nyaman belajar di lingkungan sekolah baru. Berikut tipsnya :
1.Kalian
harus memahami visi misi sekolah kalian
Kalau perlu
catat dan pahami apa visi dan misi sekolahmu. Jangan Cuma berangkat ke sekolah
trus sampai di sekolah tanyain kapan kalian bisa pulang.
2. Mengetahui struktur organisasi dan
kurikulum sekolah.
Tidak harus
detail kamu hafal struktur organisasi sekolah kalian, minimal kalau ada orang
tanya siapa kepala sekolah kalian, kalian bisa menjawabnya.
3. Mengetahui fasilitas sekolah
Ini sangat
penting. Kalau pas mau jajan , eeh sampainya
ke kamar mandi kan nggak lucu. Ya kan?
4.Mengenal personel sekolah
Kalian
jangan pernah malu bertanya. Sama teman sekelas saja malu tanya namanya. Gimana
sama gurunya. Tak kenal maka tak sayang. Jadi jangan sampai takut dibilang
kepo. Kalau kita tanyanya yang wajar-wajar saja kan masih wajar. He..he..
5. Ikut berperan aktif pada kegiatan sekolah
Yang namanya
sekolah, kita belajar banyak hal. Tidak melulu pelajaran. Di sekolah kita juga
belajar budi pekerti, dan bisa menyalurkan hobi atau minat kita. Jadi tidak
melulu buka buku. Kita bisa ikut dalam kegiatan sekolah seperti ekskul. Itu untuk
menjaga “ kewarasan “ kita. Biar nggak stres.
Selain
itu gaes, ada hal-hal yang perlu kita perhatikan juga, yaitu :
1.Tata tertib sekolah
Namanya
sekolah pasti punya tata tertib atau peraturan. Karena dimanapun tempat pasti
mempunyai rambu-rambu yang berbeda agar sekolah atau tempat tersebut kondusif.
2.Sifat dan cara guru-guru kita
Setiap
guru punya karakter dan gaya mengajar yang berbeda, maka kalian sebagai murid
harus memahami itu. Kita tidak bisa menuntut guru kita sesuai dengan keinginan
kita.
3.Sifat-sifat teman sekelas kita dan kakak
kelas kita
Kalian wajib mengenal sifat-sifat teman
sekelas kita. Dengan begitu kita akan berjalan beriringan dengan penuh kasih
sayang.
Kalian juga wajib menghormati dan menyanyangi kakak kelas kalian gaes...
Mungkin
itu sedikit tips dari saya. Belajar itu proses. Kalian tidak harus langsung
bisa menjalankan semua sekaligus. Pelan-pelan asal selamat sampai tujuan. Okey..Bismillah
pasti bisa.
SUMBER : Materi layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs , Drs. Slamet Riyadi,M.Pd,kons , H. Rochmanudin, MM., Dra. Narni (Paramitra Publising 2016 )
Sebelumnya
terima kasih kuucapkan kepada teman-teman semua dan PJ serta Guru-guru yang ada
di komonitas ODOP. Disini saya adalah pemula yang ingin belajar menulis. Ada
pepatah yang mengatakan belajarlah sampai engkau menutup usia. Makanya saya
super PD saja ikut daftar komunitas ini, Yang notabane keilmuan saya di bidang
ini masih 0. Jangankan mengerti EYD dengan benar, untuk menumbuhkan niat
menampilkan tulisan yang saya tulis tiap hari saja, saya tidak punya
keberanian. Tapi entah kenapa ikut komunitas ini, saya PD nya mulai muncul.
Saya
wanita berusia 40 an, yang baru mempunyai keberanian menulis berkat adanya
sosmed. Dan ketemu komunitas ODOP, itu adalah anugrah terbesar bagi saya.
Ditambah saya menjadi peserta pertama yang mendapat giliran dibedah tulisannya
tadi malam. Tahu perasaanya bagaimana? Serasa nunggu calon suami membaca ijab
qobul. Makseeer..
Udah
ah, kok malah curhat. Berikut Krisan dari teman-teman di pulau Natuna tentang
tulisan saya tadi malam :
Judul: TETANGGA YANG TAK DIINGINKAN
Oleh: @Amieeopee
Rasanya badan ini remuk redam. Tidurpun tak
nyenyak...terlentang susah..hadap kanan,hadap kiri..berasa latihan
PASIBRAKA..ups..kayak pernah aja! Duh kenapa yak.. boyongan pindahan rumah dah
seminggu ku jalani ini tak kunjung selesai. Berkarung-karung pakaian, mainan
anak,buku-buku dan barang-barang lainya, aduhai...nikmatnya. bolak-balik dari
rumah kontrakan ke rumah yang baru, di sela-sela kesibukanku dan suamiku,
kujalani dengan begitu antusias. Andaikan punya robot yang bisa membantu
menyelesaikan tugas ini. Selesai dalam angkut-angkut barang, belum menata
dirumah kami yang kecil mungil indah dan nyaman..aih...rumah idaman,buat kami.
Karena bisa memilikinya butuh perjuangan yang luar biasa. Setelah 8 tahun kami
impikan..akhirnya terwujud. Alhamdulillah... Melihat pemandangan diruang tamu,
rasanya ingin segera mengeksekusi dan menata ke pos masing-masing. Tapi apa
daya badan ini susah untuk di ajak kompromi, mata juga hanya 5 watt. Kuatkanlah
ya Allah...manusia boleh berencana, tapi Allah yang menentukan. Berlanjutlah
tidurku. Tak terasa hari dah menjelang maghrib, pulas juga tidurku. Ku
cari-cari dua sosok makhluk kesayanganku tapi tak jua ku temukan. Akhirnya
sampailah aku di teras rumah. Motor di depan rumah juga tidak ada, pasti abi
dan hisyam pergi.kemana ya? Kenapa nggak pamitan? Masih dalam kebingungan...aku
merasa ada yang sedang memperhatikanku. Dan...ku tenggok ke kanan rumah,
ternyata benar disana ada seorang wanita, kira-kira masih seumuran denganku.
Memandangiku teduh...lalu aku tersenyum padanya..tapi dia hanya diam dan pergi
begitu saja meninggalkanku. Iih...sombongnya pikirku, Diajak senyum bukanya
membalas senyuman malah masuk rumah. Ya sudahlah.. Genap seminggu tertatalah
rumah kami. Masih ada yang kurang sreg di hati, tapi bisa nanti saja kubenahi
sambil jalan. Kupandangi tiap sudut ruangan untuk memastikan saja apa sudah pas
letaknya atau belum te tet...selesai juga. Saatmya memikirkan bikin hidangan,
buat menjamu tamu yang datang menjenguk. Hal ini merupakan tradisi di kota
kelahiranku. Apabila ada yang pindah rumah, para tetangga akan mengantarkan ke
rumah yang baru. Dan mereka melakukan doa bersama dan pemilik rumah memberikan
hidangan ala kadarnya untuk menjamu para tamu sebagai bentuk rasa terima kasih
dan bersyukur pada Allah yang Maha pencipta. “ Mau masak apa ya bie buat besok
hari minggu?’ “ emang mimi bisa masak?” “ Emang selama ini...” Belum mulut ini
tertutup. Anak semata wayang kami menyeletuk,,, “ Mie goreng ma telor ceplok
mi!” Si abi malah ngakak tak berirama. Fals.. Tertawa aja fals apalagi nyanyi,
dalam hatiku menggerutu. “ mie goreng mimi enak kok bie, apalagi pakai telor,
sedap” promo anaku Aku Cuma senyum pahit. Itu bukan karena anakku, tapi karena
tawa ejekan suamiku. Anaku aja tahu masakanku enak, itu baru mie goreng..coba
aku masak yang lain...chef hotelpun akan lewat. Aku memang jarang masak di
rumah, bukan tidak bisa masak, tapi lebih karena tidak ada waktu. Itu aja
kok... Hari minggu tlah tiba... Perhel… Read more
KRISAN :
1. ummu
arrahma
a.Penulisan judul Coba cek KBBI.
b.tidurpun
>> tidur pun 3.kenapa banyak titik titik? Cek penggunaan titik titik di
KBBI Duh kenapa ya, (tanda titik-titik diganti koma saja)
c.aja >> saja
d.Boyongan pindahan >> pilih salah satu
maknanya sama
e.Diruang >> di ruang
f.Mata juga hanya 5 Watt>> mata sudah
tinggal 5 Watt
g.nggak >> enggak
h.Dah >> sudah 7
i.Yg saya
garis bawahi penggunaan tanda baca MBK coba di baca2 lagi. Titik-titik terlalu
banyak jadi bikin kurang rapi dan tidak menarik. Coba cek lagi ada aturan nya
juga penggunaan ...
2. Agus
Khairi
Perlu dibedakan "di" yg
jadi kata depan dan saat "di-" membentuk kata pasif. Di sana yg saya
temukan "di mulai" seharusnya "dimulai" dan " disitu"
seharusnya "di situ"
3. Endah
Susilawati
Masukan dari saya, penggunaan tanda
baca. Terutama koma dan huruf kapital Setelah koma seharusnya spasi kan ya.
Untuk kalimat baru seharusnya huruf besar. Saya mendapati satu, dua terlewat.
Mungkin mbak @Amieeopee tergesa-gesa menulisnya
4. Imasniah
Setuju dg umi @ummu arrahma. Terlalu
byk penggunaan titik-titik. Klo mnrt saya, pd klmt ke 2 bisa diubah "tidur
tak nyenyak, terlentang susah dst."
5.Roudlotul
Maghfiroh
Dari runtutan dan pembawaan
ceritanya sudah runtut. Tapi ada kata yg aneh pas bacanya "istifar"
maksudnya "istighfar" apa mbak?
6. Astika
Iyaa bener, kalau aku fokus sama
imbuhan nya ajaa. Imbuhannya masih berubah2 dari sblm atau sesudahnya. Di mulai
ya harus nya dimulai Ku jalani, jadi kujalani Untuk imbuhan dan tempat itu
terdapat spasi, contoh di sana bukan disana Untuk tanda titik, mungkin menurut
mba @Amieeopee menginginkan si pembaca membaca dengan nada panjang. Tapi
menurutku bisa diganti dengan huruf akhirnya dilebihkan satu mungkin, misal "Duh,
kenapa yaa?" Titik titik itu bisa aja dikasih, tapi minimal di Akhir
paragraf aja kalo emang pas sama kata2nya
7. Lisa
Pingge
Selain apa yg teman" sdh
sebutkan di atas, ini cm MENURUT saya: mungkin lebih diperhatikan loncatan
cerita. Setelah titik dan koma, atau mungkin loncatan paragrafnya. Saya rasa di
bagian ini ada yg kurang tp saya jg tdk tahu apanya yg kurang...
8. Nurul fe
Mungkin agar lebih nyaman di baca, bisa dibuat
paragraf-paragraf pendek mbak
9. Astika
Lisa Pingge
Selain apa yg teman" sdh
sebutkan di atas, ini cm MENURUT saya: mungkin lebih diperhatikan loncatan
cerita. Setelah titik dan koma, atau mungkin loncatan paragrafnya. Saya rasa di
bagian ini ada yg kurang tp saya jg tdk tahu apanya yg kurang...
Tapi coba buka blognya, sudah pas
kak sama loncatan paragrafnya, karena kalo teorinya 'berparagraf/tulisan
menjorok itu enter satu kali kalo gapake menjorok/paragraf bisa 2 kali' biar
keliatan rapihnya..
10. Nurul fe
Mungkin agar lebih nyaman di baca, bisa dibuat
paragraf-paragraf pendek mbak
Ya mba setuju dipecah ke beberapa
paragraf. Lalu Paskibraka, mengapa di capital ya? Typo PASIBRAKA
11. Silvana
Devinta Sari
Ceritanya menarik,misteri. Utk ejaan
dan penggunaan kata non baku cukup banyak dan sudah dibahas teman2 smua sebelum
sy. Ide ceritanya menarik
12. Anaa
Zuhria
Menurut sy ceritanya bagus mengalir
dari awal sampai akhir cuma beberapa kata saja yg kemungkinan salah ketik
seperti kemeteran maksudnya gemeteran sama kata bebenah ini menurut sy mungkin
berbenah ya mba?
13. Uni Zyl
Kisah mb amiee bagus. Saya tiba2
ikutan kemetaran eh gemetaran ya mbak... Meski tulisan mb amiee gak
baku2 amat, tp fital sekali untuk mmperhatikan susunan paragraf dan kalimat
serta tanda baca. Mhn maaf mb, saya jg blum tentu lebih baik. Saya jg tak sbar
ingin dikrisan.., sayang krn abjad nama selalu terakhir dapat giliran.
14. Ake
Aulia Odop
Wah, cukup menarik tulisannya.
pertama waktu baca judul, aku tidak mengira kalau ternyata isinya tentang kisah
tetangga ghaib. Ngomong-ngomong ini pengalaman pribadi atau fiksi? Dulu, aku
pernah baca tulisan dengan inti cerita yang serupa. Ah ya, awalnya tebakanku
tetangga tak diinginkan itu adalah sesosok orang yang nyebelin, sombong, atau
semacam itu. Ternyata melesat terkaanku. Cara berceritanya enak, renyah dibaca.
Untuk kata 'Pasibraka' sepertinya lebih tepat 'Paskibraka' (bener ga ya,
seingetku dulu aku menyebutnya ini). Kemudian kata 'telah' jangan disingkat
"tlah". Dan 'istifar' ---> 'istigfar'.
Untuk pemakaian titik yang
banyak itu " Tidurpun tak nyenyak...terlentang.. Bla bla bla."
Sepertinya lebih baik untuk memberi jeda antar kalimat gunakan tanda koma saja.
Huruf pertama setelah titik
(pergantian kalimat), masih ditemukan beberapa tidak menggunakan huruf kapital.
Dalam kalimat dialog, kata
sapaan ibu, bapak, umi, abi, ayah, dan lain-lain, lebih tepat jika menggunakan
huruf kapital. Contoh: "Emang mimi bisa masak?" ----> "Emang
Mimi bisa masak?" "Rumah itu kosong bu." ---> "Rumah itu
kosong Bu." dan sebagainya. Sekian krisan dari saya. Apabila ada yang
kurang tepat tolong dikoreksi ya teman-teman. Karena saya juga masih seorang
pembelajar.
Kesimpulan dan catatan buat saya :
1.Saya harus belajar mengenai EYD, mungkin langkah
pertama saya membeli dan belajar tentang KBBI.
2.Menulis dari hati itu bagus, tapi akan lebih sempurna
jika dalam penulisan kita memperhatikan struktur dan EYD.
3.Selalu membaca ulang apa yang sudah ditulis untuk
dikoreksi.
4.Mengatur jadwal menulis dengan baik.
5.Jangan menulis diakhir deadline
6.Tetap semangat, karena kritik dan masukan teman-teman
adalah ILMU yang luar biasa bagi saya.
Tak ada salah dengan cinta.
Karena cinta adalah perasaan. Datang tak dijemput,pulang tak diantar. Awalnya
aku menganggap bahwa cintaku ini adalah cinta monyet. Karena rasa ini tumbuh
saat aku berusia 16 tahun. Ketemu lalu bertemu pandang dan mendapati dia
tersenyum saja sudah membuat bahagia luar biasa. Itu dulu...saat hati sedang
berbunga-bunga. Serasa dunia milik berdua. Segalanya kelihatan begitu
menyenangkan. Tapi tidak saat ini..
3 tahun.
Sudah 3 tahun hubunganku denganmu
berjalan. Banyak lika-liku yang kita lalui bersama. Bukan kamu..aku tepatnya.
Aku merasa setiap ada masalah diantara kita, aku orang tersibuk untuk
menyelesaikannya. Mencari akar masalah dan berusaha dengan keras solusinya.
Sedang kamu...hanya diam seribu tindakan. Tidak memandang masalah itu dari aku
atau kamu. Mengingat itu perih rasanya. Kamu tak peduli.
“ Dev, aku minta maaf.”
“ Buat apa? Setelah aku maafkan
kamu juga akan mengulanginya. “
Rasanya darah di tubuhku
mendidih. Ingin kulempar tas yang ada di depanku ini ke wajahmu. Tapi ku tak
mampu. Apa yang kamu lakukan padaku barusan telah melucuti maluku di hadapan
teman-temanku.
“ kamu wanita pelac**r! Teriakmu
“ Apa kamu bilang?”
“ Ya kamu! Kumpul dengan banyak
laki-laki lalu ketawa ketiwi. Padahal dari tadi aku menelponmu, sms kamu. Tapi tak
sapupun yang kamu jawab. Ternyata, kamu disini malah..
“ Stop! Kamu pergi dari sini! Kamu
tak tanya apa yang sedang kami lakukan disini, tiba-tiba saja kamuteriaki aku pe...” belum mulut ini meneruskan
kata-kata yang menjijikan itu, air mataku tumpah tak tertahan.
Lalu temanku Han mencoba untuk
menahanku.
“ Sudah Dev, jangan emosi.”
“ Kamu..jangan ikut campur urusan
kami.” Ray mengepalkan tanganya ke arah Han.
“ Sudah! Pergi kamu dari sini dan
kita PUTUS!” lalu ku tinggalkan kamu dan semua orang yang ada di taman kampus
itu.
Aku berlari dan terus berlari
menjauh. Tak peduli semua mata yang ada di koridor kampus memandangiku. Yang kupikirkan
saat ini aku tak ingin melihatmu dan ingin menjauh darimu. Sampai di kamar kos,
kujatuhkan badanku di atas tempat tidur. Air mataku semakin deras. Dadaku begitu
sakit mengingat kata-katamu tadi. Tuduhanmu tak mendasar. Kamu jahat! Begitu hinakah
diriku dimatamu?
Tiba-tiba pintu kamarku ada yang
mengetuk.
“ Dev...ada tamu di depan.”
Suara tantri teman kosku
memanggilku. Lalu kubuka pintu kamarku, ku usap airmata di pipiku.
“ Ya.., sapa tan?
“ Kamu nangis? Kenapa? “ tanya
tantri keheranan.
“ Ga pa pa, siapa?”
“ Ray, di depan.”
“ Bilang aku nggak mau
menemuinya..aku..”
“ Temui..selesaikan. kamu pasti
bisa.”
“Tapi tan..dia sudah keterlaluan
padaku. Dia..”
“ karena itu, temui dia..kamu
harus bisa mengambil keputusan. Ini saatnya..aku mengerti kamu Dev..”
Lalu akupun menguatkan hatiku untuk
menemuinya.
Setelah berkali-kali apa yang Ray
perbuat padaku, rasanya sangat berat untuk bertahan. Kamu selalu berbuat
semaumu. Kami membatasi segala ruang gerakku, apa yang aku lakukan selalu kamu
harus tahu, dan kamu selalu menilai dan memilih teman-teman yang boleh dan
tidak berkumpul padaku. Kamu mendekteku..selalu...dan aku selalu saja
menurutimu. Semakin hari aku semakin tersisa bersamamu. Akankah aku masih
bertahan denganmu?