Jumat, 07 September 2018

TIPS BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN SEKOLAH BARU


TIPS BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN SEKOLAH BARU
ALA AMIEOPEE

                Tahun pelajaran baru sekolah sudah berjalan hampir 2 bulan. Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru memang tidak mudah. Pasti ada hambatannya. Mulai dari mengenal guru-guru yang mengajar kita, teman kita baik itu satu kelas maupun beda kelas, sampai letak ruangan-ruangan tertentu seperti perpustakaan, UKS, Laboratorium, Kantin, sampai kamar mandipun kita harus tahu. Tak kenal maka tak sayang.
                Dimanapun kita berada, kita membutuhkan kenyamanan. Tidak ada orang yang bisa begitu saja merasakan kenyaman di lingkungan yang baru. Pasti membutuhkan proses. Apabila proses itu berhasil kita lalui dengan baik maka kita akan merasa nyaman, tapi sebaliknya jika tidak, kita tidak akan nyaman. Maka dari itu ada sedikit tips buat kalian agar nyaman belajar di lingkungan sekolah baru. Berikut tipsnya :
1.  Kalian harus memahami visi misi sekolah kalian
Kalau perlu catat dan pahami apa visi dan misi sekolahmu. Jangan Cuma berangkat ke sekolah trus sampai di sekolah tanyain kapan kalian bisa pulang.

2. Mengetahui struktur organisasi dan kurikulum sekolah.
Tidak harus detail kamu hafal struktur organisasi sekolah kalian, minimal kalau ada orang tanya siapa kepala sekolah kalian, kalian bisa menjawabnya.

3. Mengetahui fasilitas sekolah
Ini sangat penting. Kalau pas mau jajan , eeh      sampainya ke kamar mandi kan nggak lucu. Ya kan?

4.    Mengenal personel sekolah
Kalian jangan pernah malu bertanya. Sama teman sekelas saja malu tanya namanya. Gimana sama gurunya. Tak kenal maka tak sayang. Jadi jangan sampai takut dibilang kepo. Kalau kita tanyanya yang wajar-wajar saja kan masih wajar. He..he..

5. Ikut berperan aktif  pada  kegiatan sekolah
Yang namanya sekolah, kita belajar banyak hal. Tidak melulu pelajaran. Di sekolah kita juga belajar budi pekerti, dan bisa menyalurkan hobi atau minat kita. Jadi tidak melulu buka buku. Kita bisa ikut dalam kegiatan sekolah seperti ekskul. Itu untuk menjaga “ kewarasan “ kita. Biar nggak stres.

Selain itu gaes, ada hal-hal yang perlu kita perhatikan juga, yaitu :
1.    Tata tertib sekolah
Namanya sekolah pasti punya tata tertib atau peraturan. Karena dimanapun tempat pasti mempunyai rambu-rambu yang berbeda agar sekolah atau tempat tersebut kondusif.

2.   Sifat dan cara guru-guru kita
Setiap guru punya karakter dan gaya mengajar yang berbeda, maka kalian sebagai murid harus memahami itu. Kita tidak bisa menuntut guru kita sesuai dengan keinginan kita.

3.   Sifat-sifat teman sekelas kita dan kakak kelas kita
Kalian wajib mengenal sifat-sifat teman sekelas kita. Dengan begitu kita akan berjalan beriringan dengan penuh kasih sayang.
 Kalian juga wajib menghormati dan menyanyangi   kakak kelas kalian gaes...

Mungkin itu sedikit tips dari saya. Belajar itu proses. Kalian tidak harus langsung bisa menjalankan semua sekaligus. Pelan-pelan asal selamat sampai tujuan. Okey..Bismillah pasti bisa.


SUMBER : Materi layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs , Drs. Slamet Riyadi,M.Pd,kons , H. Rochmanudin, MM., Dra. Narni (Paramitra Publising 2016 )
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Kamis, 06 September 2018

RANGKUMAN KRISAN TULISAN TETANGGA YANG TAK DIINGINKAN


RANGKUMAN KRISAN
TULISAN “ TETANGGA YANG TAK DIINGINKAN”

                Sebelumnya terima kasih kuucapkan kepada teman-teman semua dan PJ serta Guru-guru yang ada di komonitas ODOP. Disini saya adalah pemula yang ingin belajar menulis. Ada pepatah yang mengatakan belajarlah sampai engkau menutup usia. Makanya saya super PD saja ikut daftar komunitas ini, Yang notabane keilmuan saya di bidang ini masih 0. Jangankan mengerti EYD dengan benar, untuk menumbuhkan niat menampilkan tulisan yang saya tulis tiap hari saja, saya tidak punya keberanian. Tapi entah kenapa ikut komunitas ini, saya PD nya mulai muncul.
                Saya wanita berusia 40 an, yang baru mempunyai keberanian menulis berkat adanya sosmed. Dan ketemu komunitas ODOP, itu adalah anugrah terbesar bagi saya. Ditambah saya menjadi peserta pertama yang mendapat giliran dibedah tulisannya tadi malam. Tahu perasaanya bagaimana? Serasa nunggu calon suami membaca ijab qobul. Makseeer..
                Udah ah, kok malah curhat. Berikut Krisan dari teman-teman di pulau Natuna tentang tulisan saya tadi malam :
Judul: TETANGGA YANG TAK DIINGINKAN Oleh: @Amieeopee

 Rasanya badan ini remuk redam. Tidurpun tak nyenyak...terlentang susah..hadap kanan,hadap kiri..berasa latihan PASIBRAKA..ups..kayak pernah aja! Duh kenapa yak.. boyongan pindahan rumah dah seminggu ku jalani ini tak kunjung selesai. Berkarung-karung pakaian, mainan anak,buku-buku dan barang-barang lainya, aduhai...nikmatnya. bolak-balik dari rumah kontrakan ke rumah yang baru, di sela-sela kesibukanku dan suamiku, kujalani dengan begitu antusias. Andaikan punya robot yang bisa membantu menyelesaikan tugas ini. Selesai dalam angkut-angkut barang, belum menata dirumah kami yang kecil mungil indah dan nyaman..aih...rumah idaman,buat kami. Karena bisa memilikinya butuh perjuangan yang luar biasa. Setelah 8 tahun kami impikan..akhirnya terwujud. Alhamdulillah... Melihat pemandangan diruang tamu, rasanya ingin segera mengeksekusi dan menata ke pos masing-masing. Tapi apa daya badan ini susah untuk di ajak kompromi, mata juga hanya 5 watt. Kuatkanlah ya Allah...manusia boleh berencana, tapi Allah yang menentukan. Berlanjutlah tidurku. Tak terasa hari dah menjelang maghrib, pulas juga tidurku. Ku cari-cari dua sosok makhluk kesayanganku tapi tak jua ku temukan. Akhirnya sampailah aku di teras rumah. Motor di depan rumah juga tidak ada, pasti abi dan hisyam pergi.kemana ya? Kenapa nggak pamitan? Masih dalam kebingungan...aku merasa ada yang sedang memperhatikanku. Dan...ku tenggok ke kanan rumah, ternyata benar disana ada seorang wanita, kira-kira masih seumuran denganku. Memandangiku teduh...lalu aku tersenyum padanya..tapi dia hanya diam dan pergi begitu saja meninggalkanku. Iih...sombongnya pikirku, Diajak senyum bukanya membalas senyuman malah masuk rumah. Ya sudahlah.. Genap seminggu tertatalah rumah kami. Masih ada yang kurang sreg di hati, tapi bisa nanti saja kubenahi sambil jalan. Kupandangi tiap sudut ruangan untuk memastikan saja apa sudah pas letaknya atau belum te tet...selesai juga. Saatmya memikirkan bikin hidangan, buat menjamu tamu yang datang menjenguk. Hal ini merupakan tradisi di kota kelahiranku. Apabila ada yang pindah rumah, para tetangga akan mengantarkan ke rumah yang baru. Dan mereka melakukan doa bersama dan pemilik rumah memberikan hidangan ala kadarnya untuk menjamu para tamu sebagai bentuk rasa terima kasih dan bersyukur pada Allah yang Maha pencipta. “ Mau masak apa ya bie buat besok hari minggu?’ “ emang mimi bisa masak?” “ Emang selama ini...” Belum mulut ini tertutup. Anak semata wayang kami menyeletuk,,, “ Mie goreng ma telor ceplok mi!” Si abi malah ngakak tak berirama. Fals.. Tertawa aja fals apalagi nyanyi, dalam hatiku menggerutu. “ mie goreng mimi enak kok bie, apalagi pakai telor, sedap” promo anaku Aku Cuma senyum pahit. Itu bukan karena anakku, tapi karena tawa ejekan suamiku. Anaku aja tahu masakanku enak, itu baru mie goreng..coba aku masak yang lain...chef hotelpun akan lewat. Aku memang jarang masak di rumah, bukan tidak bisa masak, tapi lebih karena tidak ada waktu. Itu aja kok... Hari minggu tlah tiba... Perhel… Read more

 KRISAN :
1. ummu arrahma

a.       Penulisan judul Coba cek KBBI.
b.      tidurpun >> tidur pun 3.kenapa banyak titik titik? Cek penggunaan titik titik di KBBI Duh kenapa ya, (tanda titik-titik diganti koma saja)
c.        aja >> saja
d.       Boyongan pindahan >> pilih salah satu maknanya sama
e.        Diruang >> di ruang
f.        Mata juga hanya 5 Watt>> mata sudah tinggal 5 Watt
g.       nggak >> enggak
h.       Dah >> sudah 7
i.        Yg saya garis bawahi penggunaan tanda baca MBK coba di baca2 lagi. Titik-titik terlalu banyak jadi bikin kurang rapi dan tidak menarik. Coba cek lagi ada aturan nya juga penggunaan ...
2. Agus Khairi
Perlu dibedakan "di" yg jadi kata depan dan saat "di-" membentuk kata pasif. Di sana yg saya temukan "di mulai" seharusnya "dimulai" dan " disitu" seharusnya "di situ"

3. Endah Susilawati
Masukan dari saya, penggunaan tanda baca. Terutama koma dan huruf kapital Setelah koma seharusnya spasi kan ya. Untuk kalimat baru seharusnya huruf besar. Saya mendapati satu, dua terlewat. Mungkin mbak @Amieeopee tergesa-gesa menulisnya
4. Imasniah
Setuju dg umi @ummu arrahma. Terlalu byk penggunaan titik-titik. Klo mnrt saya, pd klmt ke 2 bisa diubah "tidur tak nyenyak, terlentang susah dst."
5.Roudlotul Maghfiroh
Dari runtutan dan pembawaan ceritanya sudah runtut. Tapi ada kata yg aneh pas bacanya "istifar" maksudnya "istighfar" apa mbak?
6. Astika
Iyaa bener, kalau aku fokus sama imbuhan nya ajaa. Imbuhannya masih berubah2 dari sblm atau sesudahnya. Di mulai ya harus nya dimulai Ku jalani, jadi kujalani Untuk imbuhan dan tempat itu terdapat spasi, contoh di sana bukan disana Untuk tanda titik, mungkin menurut mba @Amieeopee menginginkan si pembaca membaca dengan nada panjang. Tapi menurutku bisa diganti dengan huruf akhirnya dilebihkan satu mungkin, misal "Duh, kenapa yaa?" Titik titik itu bisa aja dikasih, tapi minimal di Akhir paragraf aja kalo emang pas sama kata2nya
🙏
7. Lisa Pingge
Selain apa yg teman" sdh sebutkan di atas, ini cm MENURUT saya: mungkin lebih diperhatikan loncatan cerita. Setelah titik dan koma, atau mungkin loncatan paragrafnya. Saya rasa di bagian ini ada yg kurang tp saya jg tdk tahu apanya yg kurang...
8. Nurul fe
Mungkin agar lebih nyaman di baca, bisa dibuat paragraf-paragraf pendek mbak
9. Astika
Lisa Pingge
Selain apa yg teman" sdh sebutkan di atas, ini cm MENURUT saya: mungkin lebih diperhatikan loncatan cerita. Setelah titik dan koma, atau mungkin loncatan paragrafnya. Saya rasa di bagian ini ada yg kurang tp saya jg tdk tahu apanya yg kurang...
Tapi coba buka blognya, sudah pas kak sama loncatan paragrafnya, karena kalo teorinya 'berparagraf/tulisan menjorok itu enter satu kali kalo gapake menjorok/paragraf bisa 2 kali' biar keliatan rapihnya..
10. Nurul fe
Mungkin agar lebih nyaman di baca, bisa dibuat paragraf-paragraf pendek mbak
Ya mba setuju dipecah ke beberapa paragraf. Lalu Paskibraka, mengapa di capital ya? Typo PASIBRAKA
11. Silvana Devinta Sari
Ceritanya menarik,misteri. Utk ejaan dan penggunaan kata non baku cukup banyak dan sudah dibahas teman2 smua sebelum sy. Ide ceritanya menarik
12. Anaa Zuhria
Menurut sy ceritanya bagus mengalir dari awal sampai akhir cuma beberapa kata saja yg kemungkinan salah ketik seperti kemeteran maksudnya gemeteran sama kata bebenah ini menurut sy mungkin berbenah ya mba?
13. Uni Zyl
Kisah mb amiee bagus. Saya tiba2 ikutan kemetaran eh gemetaran ya mbak... 😊Meski tulisan mb amiee gak baku2 amat, tp fital sekali untuk mmperhatikan susunan paragraf dan kalimat serta tanda baca. Mhn maaf mb, saya jg blum tentu lebih baik. Saya jg tak sbar ingin dikrisan.., sayang krn abjad nama selalu terakhir dapat giliran.😄
14. Ake Aulia Odop
Wah, cukup menarik tulisannya. pertama waktu baca judul, aku tidak mengira kalau ternyata isinya tentang kisah tetangga ghaib. Ngomong-ngomong ini pengalaman pribadi atau fiksi? Dulu, aku pernah baca tulisan dengan inti cerita yang serupa.🙈 Ah ya, awalnya tebakanku tetangga tak diinginkan itu adalah sesosok orang yang nyebelin, sombong, atau semacam itu. Ternyata melesat terkaanku. Cara berceritanya enak, renyah dibaca. Untuk kata 'Pasibraka' sepertinya lebih tepat 'Paskibraka' (bener ga ya, seingetku dulu aku menyebutnya ini). Kemudian kata 'telah' jangan disingkat "tlah". Dan 'istifar' ---> 'istigfar'. 
🌷Untuk pemakaian titik yang banyak itu " Tidurpun tak nyenyak...terlentang.. Bla bla bla." Sepertinya lebih baik untuk memberi jeda antar kalimat gunakan tanda koma saja. 🌷Huruf pertama setelah titik (pergantian kalimat), masih ditemukan beberapa tidak menggunakan huruf kapital. 🌷Dalam kalimat dialog, kata sapaan ibu, bapak, umi, abi, ayah, dan lain-lain, lebih tepat jika menggunakan huruf kapital. Contoh: "Emang mimi bisa masak?" ----> "Emang Mimi bisa masak?" "Rumah itu kosong bu." ---> "Rumah itu kosong Bu." dan sebagainya. Sekian krisan dari saya. Apabila ada yang kurang tepat tolong dikoreksi ya teman-teman. Karena saya juga masih seorang pembelajar.


Kesimpulan dan catatan buat saya :

1.    Saya harus belajar mengenai EYD, mungkin langkah pertama saya membeli dan belajar tentang KBBI.
2.  Menulis dari hati itu bagus, tapi akan lebih sempurna jika dalam penulisan kita memperhatikan struktur dan EYD.
3.      Selalu membaca ulang apa yang sudah ditulis untuk dikoreksi.
4.      Mengatur jadwal menulis dengan baik.
5.      Jangan menulis diakhir deadline
6.   Tetap semangat, karena kritik dan masukan teman-teman adalah ILMU yang luar biasa bagi saya.


Selasa, 04 September 2018

BEGITU BERAT MENCINTAIMU


BEGITU BERAT MENCINTAIMU
By amieopee

Cerbung...

Tak ada salah dengan cinta. Karena cinta adalah perasaan. Datang tak dijemput,pulang tak diantar. Awalnya aku menganggap bahwa cintaku ini adalah cinta monyet. Karena rasa ini tumbuh saat aku berusia 16 tahun. Ketemu lalu bertemu pandang dan mendapati dia tersenyum saja sudah membuat bahagia luar biasa. Itu dulu...saat hati sedang berbunga-bunga. Serasa dunia milik berdua. Segalanya kelihatan begitu menyenangkan. Tapi tidak saat ini..
3 tahun.
Sudah 3 tahun hubunganku denganmu berjalan. Banyak lika-liku yang kita lalui bersama. Bukan kamu..aku tepatnya. Aku merasa setiap ada masalah diantara kita, aku orang tersibuk untuk menyelesaikannya. Mencari akar masalah dan berusaha dengan keras solusinya. Sedang kamu...hanya diam seribu tindakan. Tidak memandang masalah itu dari aku atau kamu. Mengingat itu perih rasanya. Kamu tak peduli.
“ Dev, aku minta maaf.”
“ Buat apa? Setelah aku maafkan kamu juga akan mengulanginya. “

Rasanya darah di tubuhku mendidih. Ingin kulempar tas yang ada di depanku ini ke wajahmu. Tapi ku tak mampu. Apa yang kamu lakukan padaku barusan telah melucuti maluku di hadapan teman-temanku.
“ kamu wanita pelac**r! Teriakmu
“ Apa kamu bilang?”
“ Ya kamu! Kumpul dengan banyak laki-laki lalu ketawa ketiwi. Padahal dari tadi aku menelponmu, sms kamu. Tapi tak sapupun yang kamu jawab. Ternyata, kamu disini malah..
“ Stop! Kamu pergi dari sini! Kamu tak tanya apa yang sedang kami lakukan disini, tiba-tiba saja kamu  teriaki aku pe...” belum mulut ini meneruskan kata-kata yang menjijikan itu, air mataku tumpah tak tertahan.
Lalu temanku Han mencoba untuk menahanku.
“ Sudah Dev, jangan emosi.”
“ Kamu..jangan ikut campur urusan kami.” Ray mengepalkan tanganya ke arah Han.
“ Sudah! Pergi kamu dari sini dan kita PUTUS!” lalu ku tinggalkan kamu dan semua orang yang ada di taman kampus itu.
Aku berlari dan terus berlari menjauh. Tak peduli semua mata yang ada di koridor kampus memandangiku. Yang kupikirkan saat ini aku tak ingin melihatmu dan ingin menjauh darimu. Sampai di kamar kos, kujatuhkan badanku di atas tempat tidur. Air mataku semakin deras. Dadaku begitu sakit mengingat kata-katamu tadi. Tuduhanmu tak mendasar. Kamu jahat! Begitu hinakah diriku dimatamu?
Tiba-tiba pintu kamarku ada yang mengetuk.
“ Dev...ada tamu di depan.”
Suara tantri teman kosku memanggilku. Lalu kubuka pintu kamarku, ku usap airmata di pipiku.
“ Ya.., sapa tan?
“ Kamu nangis? Kenapa? “ tanya tantri keheranan.
“ Ga pa pa, siapa?”
“ Ray, di depan.”
“ Bilang aku nggak mau menemuinya..aku..”
“ Temui..selesaikan. kamu pasti bisa.”
“Tapi tan..dia sudah keterlaluan padaku. Dia..”
“ karena itu, temui dia..kamu harus bisa mengambil keputusan. Ini saatnya..aku mengerti kamu Dev..”
Lalu akupun menguatkan hatiku untuk menemuinya.
Setelah berkali-kali apa yang Ray perbuat padaku, rasanya sangat berat untuk bertahan. Kamu selalu berbuat semaumu. Kami membatasi segala ruang gerakku, apa yang aku lakukan selalu kamu harus tahu, dan kamu selalu menilai dan memilih teman-teman yang boleh dan tidak berkumpul padaku. Kamu mendekteku..selalu...dan aku selalu saja menurutimu. Semakin hari aku semakin tersisa bersamamu. Akankah aku masih bertahan denganmu?
( besambung ya gaes...)

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6


HIJRAH

Membaca buku ini, KHODIJAH belum juga kelar-kelar. Atau semakin menuju ke tahap penyelesaian, tergambar bagaimana kehidupan Khodijah ...