Jumat, 28 September 2018

GALAUKU


GALAUKU
By amieopee

Sampai kapan aku harus menjaga 2 hati itu. Ingin kuteriak tapi ku tak mampu. Aku terlalu menganggap tidak akan terjadi apa-apa. Aku selalu menyamakan apa yang kurasa, tetapi tidak dengan orang lain. Nyatanya tak seindah yang kubayangkan. Tak setrentram yang kuinginkan. Menjaga perasaan orang lain ternyata tak mudah. Gundah gulana.
Dua pekan menahan ini, akhirnya menguap juga. Karena diamnya suamiku dan selalu menghindar dariku, hari ini terjawab sudah. Bahwa dia merasa tidak nyaman kakakku dan keluarganya ikut sementara di rumah kami. Aku hanya terpaku mendengarnya..karena sejak awal kepindahan rumah baru kami, sudah kubicarakan dengan suamiku. Kalau untuk sementara kakakku dan keluarganya akan ikut tinggal disini untuk sementara waktu sampai rumahnya jadi.
 “ Kenapa masih tidur di kontrakan?” tanyaku.
“ Tidak apa-apa, masih jagain kucing. Nanti kalau dibawa kesini, masih banyak tamu malah menganggu.” Jawab suamiku waktu itu.
Tapi setelah dua pekan kamu utarakan hal ini.
“ Masih lama kakakmu disini?” kata suamiku.
“ Sampai rumahnya jadilah.”
“ Ya sudah, berarti aku sementara di kontrakan dulu.”
“ Kenapa harus di kontrakan?”
“ Jujur aku tidak nyaman disini, terlalu ramai.”
“ Tapi sejak awal sudah kubicarakan padamu, dan kamu setuju kan?”
“ Aku tidak ngomong tidak setuju, aku sendiri yang tidak nyaman.”
Lalu kamu meninggalkan aku yang masih di kamar duduk termangu. Aku bingung dengan sikapmu. Setuju tapi kau tak nyaman. Lalu aku harus bersikap bagaimana?
#onedayonepost
#tantangan3
#odop_6

Kamis, 27 September 2018

DISIPLIN BELAJAR


DISIPLIN BELAJAR
By amieopee

Belajar adalah suatu proses dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak terampil menjadi terampil. Sering kita mendengar kata-kata dari anak kita kalau disuruh belajar jawabnya “tidak bisa ma” atau kadang orang tua yang menyalahkan anak kita kalau tidak bisa. Bukan malah kita membantu anak-anak kita dalam belajar atau mendampingi anak kita.
Mendisiplinkan anak dalam belajar sangatlah penting.  Karena hal tersebut perlu ditanamkan sejak dini. Karena kalau anak sudah dibiasakan untuk belajar setiap hari, mereka akan terbiasa. Hasilnya mencetak generasi yang mandiri.
Arti Disiplin Belajar adalah sikap seseorang yang dapat mengatur waktu belajarnya dengan tidak menyia-nyiakan setiap waktu dan mampu memanajemen waktunya dengan baik sehingga dalam sehari-hari waktu itu tidak terbuang  sia-sia.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN UNTUK DISIPLIN BELAJAR :
1.      Mengerti maksud dan tujuan memasuki suatu sekolah, tidak hanya sekedar untuk diketahui oleh teman.
2.      Sekolah bertujuan bekerja keras untuk mendapatkan ilmu dan bukan untuk teman-teman
3.      Belajar harus siap mental agar kelak bila ada sulitnya pelajaran sudah siap menerima kenyataan di sekolah.
4.      Harus mengikuti segala peraturan dan benar mengikuti pelajaran dengan kesungguhan hati
5.      Memiliki sopan santun terhadap guru, orang tua, keluarga dan masyarakat
6.      Tidak hanya mau menanggungnya sendiri
Untuk membiasakan dalam melakukan kegiatan belajar, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain sebagai berikut :     
Diri Sendiri
·         Kita harus menumbuhkan rasa senang terhadap pelajaran yang akan kita pelajari.
·         Menumbuhkan rasa senang terhadap guru .
·         Badan harus sehat dengan makan dan olah raga teratur.
·         Menumbuhkan rasa percaya diri bahwa kita bisa melakukannya.. Munumbuhkan optimisme sangat penting untuk menumbuhkan semangat belajar, sedangkan pesimisme ( tidak percaya diri ) akan cenderung melemahkan semangat.
TEMPAT BELAJAR
·         Sediakan tempat yang teratur.
·         Hindari tempat yang berangin.
·         Harus ada penerangan yang baik.
·         Usahakan tempat yang tenang dari keramaian anak-anak.
·         Mengatur tempat dengan rapi.           
 
BAHAN PELAJARAN
·         Menentukan bahan yang akan dipelajari, tidak campur baur.
·         Mentaati ketetapan diri sendiri.
·         Menyediakan alat yang dibutuhkan dalam pelajaran tersebut.
WAKTU BELAJAR
·         Berikut ini kiat-kiat mengatur waktu
·         Tetapkan Prioritas !
·         Jangan Membenani diri dengan jadwal yang berlebihan !
·         Luangkah waktu untuk membiasakan diri menjadi teratur !
·         Luangkan waktu untuk refreshing !
·         Jangan Menunda-nunda !
ISTIRAHAT
·         Istirahat  yang baik bukan masalah lamanya istirahat tetapi kualitas istirahat tersebut. Istirahat yang paling adalah tidur. Jadi setelah belajar sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang berat yang menyita pikiran, agar apa yang baru saja kita pelajari dapat tersimpan baik dalam ingatan kita. 


#onedayonepost
#odop_6 

ME TIME


ME TIME
By amieopee



                        Setiap orang punya kesibukan yang berbeda. Runitias harian yang dilakukan dari pagi hingga petang. Ada pula yang melakukan runitinas dari pagi hingga pagi lagi. Monoton. Seperti diriku, seorang ibu yang bekerja di ranah publik tapi juga sebagai ibu rumah tangga membutuhkan waktu hampir 16 jam non stop. Itu dilakukan setiap hari.
                        Kalau orang bekerja ada jam kerjanya jelas tertulis. Misal dari jam 07.00 Wib sampai jam 14.00. tapi jika menjadi ibu rumah tangga, tidak ada jam kerja yang jelas. Kalau dituruti tak ada habisnya. Ada saja yang harus dikerjakan.
                      Banyak ibu-ibu rumah tangga tidak memperdulikan penampilannya lagi semenjak mereka menikah. Bukan tidak mau. Tetapi kebanyakkan tidak sempat. Karena mereka mengerjakan tugas rumah tangga mengalir seperti biasa. Jangankan untuk menyenangkan diri sendiri, untuk ikut dalam kegiatan sosial saja tidak sempat. Sama dengan saya dulu. Tapi sejak saya mengenal Institut Ibu Profesional, saya mulai banyak belajar. Belajar bagaimana membuat  jadwal atau jam kerja untuk rutinitas saya di rumah seperti jam kantor saya. Membuat  jadwal kegiatan yang saya lakukan di rumah awalnya tidaklah mudah kalau masih dalam angan-angan. Tapi setelah diajarkan bagaimana memanage waktu, bisa berjalan dan membuat saya tidak terlalu kecapekan. Saya juga wajib menyisipkan satu waktu untuk me time dalam sepekan.
                        Apa itu me time?  Me time adalah waktu untuk diri sendiri tanpa kehadiran orang lain, sehingga kita bisa beraktivitas sendirian (atau bahkan tidak melakukan apa-apa). Jenis aktivitasnya bisa sangat beragam, tergantung dari mana yang membuat seseorang merasa nyaman ataupun senang. Mengapa diperlukan me time ?  "Pada dasarnya manusia, meskipun dia bersosialisasi tapi tetap adalah makhluk individual. Butuh waktu buat sendiri. Manusia butuh menyenangkan diri sendiri tanpa harus melibatkan orang lain. Melakukan sesuatu sendiri bikin kita jadi orang yang lebih baik dan menyenangkan," tutur Ayoe, saat acara 'My Bathroom, My Sanctuary' di Kohler Design Center, Jl. Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013).

Ayoe memaparkan, sebuah kegiatan bisa disebut 'me time' apabila bisa memenuhi empat manfaat  ini setelah Anda melakukannya:

- Bisa memahami diri sendiri jadi lebih mendalam dan lebih baik. Anda jadi pribadi yang lebih baik, memandang segala sesuatu dengan positif dan optimis serta siap menghadapi tantangan hidup yang menunggu di depan.

- Meningkatkan mood, merasa bahagia dan sejahtera tanpa ada rasa bersalah. Jika Anda justru menyesal karena telah menghabiskan uang berlebihan hanya untuk belanja pakaian (yang awalnya dimaksudkan untuk 'me time') maka waktu yang telah Anda luangkan saat berbelanja tadi tidaklah berguna.
- Siap berkomunikasi dan berinteraksi dengan lebih baik terhadap lingkungan. Baik lingkungan keluarga, tetangga, teman maupun kerja.

- Membuat kondisi mental jadi lebih baik. Jauh dari stres, kesal, marah atau uring-uringan. Memandang hidup jadi lebih positif.
Agar kehidupan kita, khususnya para ibu nyaman dan bisa melakukan kegiatannya dengan baik maka punyai waktu untuk me time. Semoga tulisan yang sedikit ini bisa bermanfaat baik untuk saya pribadi dan orang lain.
#onedayonepost
#odop_6

Selasa, 25 September 2018

MEMBIASAKAN UNTUK MENJADI KEBIASAAN


MEMBIASAKAN UNTUK MENJADI KEBIASAAN
By amieopee


Add caption

                        Biasa menjadi kebiasaan. Kata yang sederhana tapi bermakna. Melakukan sesuatu untuk menjadi kebiasaan tidaklah mudah. Butuh kesabaran dan ketelatenan. Sama seperti yang masih saya usahakan untuk membiasaan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Setiap pagi, anak-anak sudah melalukan piket kelas, tapi mereka hanya fokus pada kebersihan yang di salam kelas. Mereka kurang peka terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya.
                        Seperti  yang saya lakukan tiap pagi, saya berkeliling sekolah untuk melihat kelas dan lingkungan sekitarnya. Mengingatkan anak-anak yang bertugas piket dan mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Sampah, sangat menganggu dan membuat ketidaknyamanan untuk kelangsungan kegiatan apapun.  Saya melakukan ini bukan untuk bersok-sokan agar kelihatan gimana. Tetapi saya pribadi tidak bisa melakukan kegiatan jika tempat tersebut kotor. Tujuan awal saya adalah nyaman dalam bekerja, itu saja. Bukan untuk tujuan tertentu. Orang akan mengatakan apa, terserah karena saya bekerja karena Allah.
                        Setiap pagi setelah saya ingatkan, anak-anak langsung membersihkan. Dalam waktu kurang lebih 10 menit tempat yang tadinya kotor sudah menjadi bersih. 10 menit saja, kalau kalau dibiasakan akan menjadi biasa.

10 menit sebelum diingatkan



10 menit sesudah

                        Alangkah indahnya jika pemandangan ini bisa kita nikmati setiap hari. Manusiawi jika kita merasa capek mengingatkan anak-anak. Tapi percayalah kita akan memetik apa yang kita tanam. Mendidik anak-anak kita adalah amanah dari Allah SWT. Maka perlu kesabaran. Kepada siapa lagi mereka akan belajar? Maka sediakan media pembelajaran yang baik dan tauladan yang baik pula. Niscaya Akhlak yang baik akan menghadirkan generasi penerus bangsa yang Sholeh dan Sholehah. Aamiin...
#onedayonepost
#odop_6

HIJRAH

Membaca buku ini, KHODIJAH belum juga kelar-kelar. Atau semakin menuju ke tahap penyelesaian, tergambar bagaimana kehidupan Khodijah ...